Lembaga Kursus Tata Rias Pengantin Bik Cik, Hadir Sejak 1970 dan Kini Tinggal Mencari Amal



Tribunners yang ingin belajar tata rias pengantin tetapi tidak memiliki banyak uang untuk biaya kursus bisa mendatangi Lembaga kursus tata rias pengantin Bik Cik yang berlokasi di jalan Slamet Riyadi Broni, tepatnya di depan kuburan Sungai Sawang Jambi.

Masturah Pemilik Lembaga Kursus Tata rias Bik Cik mengatakan saat ini dia tinggal mencari amal di sisa umurnya ini, itulah kenapa dia hanya menarik biaya sebesar Rp 650 ribu untuk yang mau belajar tata rias pengantin di tempatnya.

“Kalau dulu untuk satu pakaian adat minimal Rp 12 juta,” Ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Masturah menceritakan dia mulai melonggarkan biaya kursus ini sejak 2016 silam, dan sejak saat itu dia mulai menurunkan ilmunya ke siapa saja yang membutuhkan.

“Saat ini dengan biaya Rp 650 ribu tersebut mereka bebas mau belajar adat apa saja,” katanya.

Lembaga kursus tata rias pengantin Bik Cik sudah hadir di Jambi sejak 1970 an dan telah melahirkan 1.500 penata rias yang tersebar di seluruh Provinsi Jambi.

“Banyak dari mereka telah menjadi penata rias handal dan telah memiliki kehidupan yang serba berkecukupan,” ucapnya.

Walaupun memiliki harga kursus yang cukup murah namun lembaga kursus ini tidak bisa dipandang sebelah mata, hal ini karena dia telah memiliki legalitas resmi sejak 2009 silam.

Selain itu, untuk kemampuan menata rias pengantin nya juga cukup luas, lembaga kursus ini bisa memberikan pelatihan hampir seluruh adat yang ada di Indonesia.

Untuk pelatihan satu pakaian adat dibutuhkan waktu 8 kali pertemuan atau 15 hari, namun ada juga beberapa siswa yang membutuhkan waktu lebih dari itu.

Setelah menyelesaikan satu paket pelatihan tata rias pengantin, Bik Cik Mastura membebaskan anak didiknya untuk mengikuti paket pelatihan lainya tanpa di pungut biaya tambahan.

Bik Cik mastura bisa dikatakan cukup cerdas dalam menekan biaya yang dikeluarkan tenaga didiknya dalam mengikuti pelatihan tata rias di tempatnya.

Untuk menekan biaya, siswa didiknya bergantian menjadi model dan penata rias setiap paket pertemuannya.

Bik Cik mengatakan, jika siswa didiknya menyewa model setiap pertemuan maka berapa uang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelatihan tersebut.

Selain itu dia juga menempati gedung bekas madrasa yang ada di daerah kampung baru tersebut, sehingga bisa menekan biaya operasional.

“Gedung ini milik almarhum orang tua saya, dari pada terbengkalai saya manfaatkan untuk ladang amal,” Pungkasnya.




Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul VIDEO: Lembaga Kursus Tata Rias Pengantin Bik Cik, Hadir Sejak 1970 dan Kini Tinggal Mencari Amal, https://jambi.tribunnews.com/2021/07/16/video-lembaga-kursus-tata-rias-pengantin-bik-cik-hadir-sejak-1970-dan-kini-tinggal-mencari-amal?page=2.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Andreas Eko Prasetyo



0 Comments